BRI Kuasai Pangsa Pasar Kredit

cbcindonesia.com JAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) menguasai pangsa pasar kredit sampai kuartal pertama 2009. Dari total kredit yang disalurkan enam bank besar senilai Rp 673,47 triliun, penyaluran kredit BRI mengambil porsi 24,53 persen.

Direktur Utama BRI Sofyan Basir mengatakan penyaluran kredit perseroan mencapai Rp 165,23 triliun pada kuartal pertama atau melonjak 39,5 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 118,4 triliun. “Krisis ini kami jadikan tantangan untuk terus meningkatkan kinerja,” kata dia di gedung BRI kemarin.

Adapun jika hanya dihitung selama tiga bulan pertama 2009, penyaluran kredit BRI sebesar Rp 4,16 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh pertumbuhan kredit mikro dan konsumer, yang tercatat sebesar Rp 3,91 triliun atau memberikan kontribusi sebesar 94 persen.

Walau tingkat penyaluran kredit naik, Sofyan menegaskan BRI tetap memperhitungkan risiko dalam penyaluran kredit di tengah terjadinya krisis keuangan dunia. Namun, BRI optimistis pertumbuhan ekonomi nasional membaik karena faktor permintaan domestik yang tinggi.

Sofyan menambahkan, tahun ini perseroan akan tetap berfokus pada penyaluran kredit korporasi. Sektor yang dibidik adalah agrobisnis, khususnya sektor perkebunan. “Total kredit di sektor perkebunan BRI dari 2007 sampai 2010 sebesar Rp 12 triliun,” ujar Direktur Korporasi BRI Sudaryanto Sudargo.

Dia mengungkapkan, komposisi kredit korporasi BRI di sektor perkebunan yang masuk ke agrobisnis memang paling besar (39,62 persen). Sayang, salah satu kendala dalam penyaluran kredit di sektor tersebut adalah banyaknya debitor yang terganjal masalah lahan, seperti sertifikasi dan pembebasan lahan.

Selain memimpin pangsa pasar kredit, BRI memimpin perolehan laba. Laba bersih BRI tumbuh 22 persen menjadi Rp 1,718 triliun pada kuartal pertama 2009. Pertumbuhan laba itu didorong oleh pendapatan bunga yang naik dari Rp 6,4 triliun menjadi Rp 8,3 triliun.

Hingga pengujung 2009, bank milik negara tersebut mentargetkan pertumbuhan aset sebanyak 22 persen. Saat ini aset perseroan tercatat sebanyak Rp 250,14 triliun, meningkat 24,78 persen dari total aset pada kuartal pertama tahun lalu sebesar Rp 200,46 triliun.

Sofyan kembali berujar, rasio pinjaman terhadap simpanan (LDR) naik dari 74,19 persen pada kuartal pertama 2008 menjadi 81,35 persen pada kuartal pertama 2009. Namun, rasio kecukupan modal (CAR) dengan memperhitungkan risiko kredit dan risiko pasar turun dari 16,52 persen pada kuartal pertama 2008 menjadi 14,91 persen pada tahun ini.

Adapun rasio kredit bermasalah gross BRI berkurang dari 3,83 persen menjadi 3,24 persen dan kredit bermasalah nett turun dari 1,04 persen menjadi 1,02 persen.EKO NOPIANSYAH (Kristina/ – )

Tinggalkan komentar

Filed under Info Bank

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s