Gugatan Pemegang Saham vs Kreditur

JAKARTA – okezone.com. PT Central Proteina Prima Tbk (CPRO) telah menerima surat panggilan sidang sebagai turut tergugat II, atas gugatan yang diajukan Regent Central International Ltd melawan PT Bank Danamon Tbk (BDMN) dan The Bank of New York Mellon sebagai tergugat.“Adapun gugatan Regent Central International Ltd sebagai penggugat adalah menghukum BDMN dan Bank of New York Mellon sebagai para tergugat untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan hukum apapun atas saham-saham perseroan yang dimiliki oleh penggugat termasuk melakukan eksekusi atas saham-saham perseroan dengan cara apapun,” ungkap Corporate Secretary CPRO Albert Sebastian, dalam keterangan resminya di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Minggu (14/6/2009).

Dijelaskannya, perseroan sebagai turut tergugat II diwajibkan untuk tunduk dan mematuhi isi putusan dari gugatan tersebut. “Hal ini dikarenakan saham-saham yang merupakan objek dalam perkara tersebut adalah saham-saham penggugat yang ada pada perseroan,” ujarnya.

Sebagai informasi, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) selaku tergugat I, dan The Bank of New York Mellon (sebelumnya bernama The Bank of New York, London Branch) sebagai tergugat II. Selain itu juga pemegang saham juga menggugat PT Ficomindo Buana Registrar, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Sementara Pemegang saham CPRO antara lain adalah yakni PT Surya Hidup Satwa (pemegang 9,30 miliar saham), Regent Central International Limited (1,75 miliar saham), Red Dragon Group Pte. Ltd. (2,67 miliar saham), dan Charm Easy International Limited (2,00 miliar saham).

Kisruh CPRO bermula dari penerbitan obligasi tukar berjaminan (secure convertible) senilai USD200 juta oleh Red Dragon pada Juni 2007. Red Dragon menjaminkan saham CPRO miliknya serta perusahaan afiliasi lainnya yang dimiliki keluarga Jiaravanon, termasuk Surya Hidup Satwa, Charm Easy, dan Regent Central.

Seluruh saham yang mencapai 70,3 persen saham CP Prima itu dijaminkan di Bank Danamon Indonesia. Sedangkan The Bank of New York Mellon (sebelumnya bernama The Bank of New York, London Branch) menjadi wali amanat penerbitan obligasi
tersebut.

Persoalan kemudian muncul ketika harga saham CP Prima yang ketika dijaminkan berharga Rp590 per saham anjlok menjadi Rp140 per saham. Red Dragon dinyatakan gagal bayar karena tidak mau menambah nilai jaminannya.

Catatan : hmmm…perkara yang cukup menarik untuk dikaji terutama bagi mahasiswa hukum yang sedang memperdalam mata kuliah hukum korporasi, hukum jaminan dan hukum perbankan.

Tinggalkan komentar

Filed under Info Bank

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s